Jika di tanya apa mimpi terbesarku sekarang, jawabannya adalah ingin menjadi bagian dari keluarga Universitas Airlangga. Jujur , target ini memang ambisius banget. Masuk kedokteran aja susah, apalagi di UNAIR yang saingannya se Indonesia. Kadang kalau lagi pusing melihat tumpukan materi biologi atau soal latihan yang rumit, aku sempat ragu, "Bisa ga ya aku masuk UNAIR?"
Tapi anehnya, rasa takut itu langsung hilang tiap kali aku membayangkan masa depan. Aku sering membayangkan rasanya jalan di antara bangunan tua FK UNAIR yang aestethic, pakai jas putih, dan belajar caranya menyembuhkan orang. Ada rasa bangga tersendiri saat membayangkan suatu hari nanti aku bisa jadi orang yang di andalkan di kala orang lain sedang sakit.